3 Pencernaan

Saluran Pencernaan Sehat, Berpuasa Terasa Nikmat

Seperti yang sering kita kenal, saluran pencernaan adalah lambung. Sebenarnya, yang dimaksud dengan saluran pencernaan meliputi beberapa komponen yaitu :

  • Mulut dan tenggorokan atas (faring)
  • Esophagus (kerongkongan)
  • Lambung
  • Pankreas
  • Kandung empedu
  • Usus halus (duodenum,jejunum dan ileum)
  • Usus besar (kolon, usus buntu dan rectum)
  • Anus.

Seperti penjelasan pada edisi kemarin, proses  makanan mulai dikunyah hingga ke anus  melalui saluran pencernaan  memerlukan  waktu 24 jam.  Jarak tempuhnya  sepanjang 9 meter melalui berbagai komponen tersebut diatas.

Dalam sistim pencernaan, organ yang tidak kalah pentingnya adalah usus. Organ ini merupakan yang terpanjang disistim pencernaan. Panjang usus secara keseluruhan adalah empat kali lipat dari tinggi rata-rata orang dewasa. Usus terbagi menjadi 2 bagian yaitu usus kecil dan usus besar.

Sebelum masuk ke usus kecil,makanan terlebih dahulu dicampur aduk dengan zat pencerna lambung hingga merata sampai menjadi bubur encer. Setibanya di usus kecil , bubur encer ini akan menjalani proses yang lebih rumit lagi. Disini bubur makanan ini akan dikocok kemudian dicampur aduk dengan aneka ragam zat pencerna.Gerakan mengocok ini akan dilakukan sebanyak 10 – 15 kali per menit oleh otot lapisan luar yang membujur sejajar dengan panjang usus.

Bagian akhir dari saluran pencernaan adalah usus besar yang meliputi tiga daerah utama yaitu : sekum, kolon dan rectum. Sekum merupakan kantong pendek yang menghubungkan usus halus ke kolon. Panjang kolon sekitar 1,5 meter. Kolon mengubah zat cair sisa pencernaan dari usus halus ke dalam bentuk  padat yang dibuang tubuh sebagai tinja melalui rektum dan anus.

 Hakekatnya,usus adalah merupakan pabrik yang mengurai racun menjadi gizi.

Oleh karena itu, pencernaan yang sehat sangat bergantung kepada kerja sistim imun dan syaraf yang serasi serta kondisi psikologis yang dapat mempengaruhi pencernaan.

Agar puasa kita bisa lancar sampai akhir, salah satu syaratnya adalah sistim pencernaan kita harus baik.

Beberapa penyakit  yang sering menyerang usus adalah :

  • Sindrom iritasi usus besar ( IBS  : Irritable Bowel Syndrome ).

Gabungan nyeri perut yang jarang-jarang, konstipasi da diare. Paling sering ditemui. Menyerang 1 diantara 5 orang.

  • Radang usus besar.

Peradangan usus serius, kemungkinan terdapat kelainan pada sistim imun yang membuat sistim itu melawan jaringan usus tubuh sendiri. Terdapat kecenderungan  turunan keluarga.

Penyebab rinci belum diketahui. Sebahagian besar kasus berjangka panjang yang diawali dari usia 15 sampai 30 tahun.

  • Divertikel

Gelembung yang terbentuk didinding kolon. Sebagian besar penyakit ini di usia 50 tahun keatas.

  • Apendisitis.

Radang Apendiks (umbai cacing) . Menimbulkan nyeri akut yang baisanya berawal di perut bagian atas atau tengah. Sering terjadi pada anak dan remaja.

  • Kanker kolon atau rectum

Salah satu jenis kanker yang sering ditemukan di negara industri. Faktor resiko meliputi riwayat keluarga dan penuaan.

  • Sumbatan usus

Menimbulkan nyeri perut dan kembung, hilangnya tinja atau gas, muntah dan kadang dehidrasi.

  • Polip usus

Terletak dalam usus besar, menonjol dari lapisan selaput lendir. Pertumbuhannya lambat, biasanya bersifat jinak. Sering ditemukan pada usia lanjut – satu dari 3 orang usia diatas 60 tahun.

  • Hemoroid

Sering disebut ambeien atau wasir. Varises (bengkak dan membesar) yang menonjol dari lapisan rectum atau anus.

Penyebab gangguan usus adalah :

  • Faktor turunan dalam keluarga
  • Reaksi sensitif  terhadap zat tertentu seperti kafein, alkohol, makan tinggi lemak atau pemanis buatan
  • Pola makan tinggi lemak, rendah  serat, alkohol berlebihan,
  • Kurang olahraga
  • Obesitas (kegemukan)
  • Tekanan tumor atau peradangan berat misal pada penyakit Crohn
  • Usia tua
  • Terlalu kuat mengejan (penyakit wasir/ambeien)
  • Kebiasaan buang air besar tidak teratur

Gejala penyakit usus:

  • Diare
  • Konstipasi (sembelit)
  • Nyeri perut,rasa begah dan sangat kembung (udara usus)
  • Gelisah, depresi, stress
  • Hilang nafsu makan, demam, pendarahan usus,
  • Berat badan turun
  • Sering buang air kecil
  • Tinja keras, tinja berdarah
  • Sensasi buang air besar belum tuntas
  • Rasa gatal didaerah anus
  • Keluar lendir dari anus.

Secara tradisional ada berbagai jenis tanaman obat  yang dapat dipakai  untuk mengatasi  masalah  gangguan pencernaan seperti : radang lambung akut dan kronis, radang usus buntu, radang usus besar, sembelit dan wasir. Tanaman dimaksud diantaranya :

  • Alpukat                                    ( Persea americana)
  • Andong                                                       ( Cordyline fructicosa (L) A.C
  • Beluntas                                 (Pluchea indica)
  • Bidara upas                          ( Merremia mammosa (Lour) Hall.f.
  • Cincau rambat                    ( Cyclea barbata)
  • Daun ungu                             ( Graptophyllum pictum (L) Griff.
  • Kunyit                                       ( Curcuma longa Linn.
  • Pepaya                                                       ( Carica Papaya)
  • Sambung nyawa                ( Gynura Procumbens B)
  • Temulawak                           ( Curcuma xanthorhiza)

Pada kesempatan lain, saya  akan ulas  tentang tanaman tersebut diatas dan bagaimana cara pemanfaatannya untuk  mengatasi berbagai gangguan masalah pencernaan.

Ada beberapa Tips yang bisa dipakai untuk  merawat pencernaan kita dengan baik sehingga perjalanan puasa Ramadhan kali ini bisa terasa lebih  nikmat.

  1. Meskipun Anda punya masalah gangguan pencernaan, tetap berusaha untuk puasa dengan sungguh-sungguh semampu Anda. Lakukan niat dengan sepenuh hati dan selaraskan  dengan otak agar seluruh sel tubuh dapat mendukung niat Anda untuk berpuasa Ramadhan hingga akhir.
  2. Yakinilah Anda kuat berpuasa dan dapat menyelesaikannya dengan  tuntas dan sukses.
  3. Bangunlah sebuah pemikiran bahwa dengan puasa, insyaallah penyakit pencernaan akan sirna.
  4. Jadikan  puasa kali ini sebagai momentum untuk penyembuhan  gangguan pencernaan Anda karena lambung dan sistim pencernaan mempunyai kesempatan untuk beristirahat sehingga dapat meminimalisir  asupan makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan racun dan bakteri.
  5. Pilih makanan  yang banyak mengandung serat (sayuran, buah-buahan).
  6. Penuhi  kecukupan minum air putih.
  7. Bila kegemukan (obesitas), kurangi berat badan. Puasa Ramadhan adalah salah satu cara yang ampuh untuk menurunkan berat badan.
  8. Olahraga secukupnya agar kondisi tubuh selalu bugar karena peredaran darah lancar.
  9. Buka dan sahur tepat waktu, porsinya jangan berlebihan.Berhenti makan sebelum kenyang.
  10. Makan jangan terburu-buru, dikunyah yang lembut minimal 32 kali.
  11. Hentikan kebiasaan merokok. Puasa Ramadhan adalah momentum yang tepat.
  12. Bersikap tenang dan sabar didalam menghadapi berbagai tekanan yang menyebabkan emosi tinggi.

Semoga Allah swt senantiasa memberikan kemudahan kepada kita   didalam menunaikan ibadah puasa sehingga membawa berkah, rahmat, manfaat, kesehatan dan kesejahteraan . Amin.


Tulisan ini telah dimuat 
di Harian Galamedia Bandung
Ramadhan 1432 H
oleh Toto Suhendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *