14 Kolang kaling

Ingin Langsing? Ada Kolang Kaling

Ada sejumlah makanan khas yang bisa dijadikan pilihan sebagai sajian buka puasa di bulan Ramadan, seperti kurma, kolak, koktail, mentimun suri, blewah dan kolang-kaling. Di tatar Sunda, nama kolang- kaling atau cangkaleng sudah sangat popular. Banyak makanan atau minuman yang menggunakan bahan ini, misalnya : manisan, kolak, ronde, roti, minuman kaleng, es campur dan bajigur.

Di bulan puasa seperti sekarang ini, kehadirannya semakin dicari terutama untuk campuran kolak. Makanan ini sangat dinanti saat berbuka dan kurang afdol rasanya bila kolaknya tidak menggunakan campuran kolang-kaling. Rasanya yang kenyal  sungguh menjadi sensasi tersendiri di mulut. Tidak hanya enak disantap saat berbuka, tetapi kandungan gizi di dalamnya sangat cocok untuk memulihkan stamina dan kebugaran badan setelah seharian menahan lapar dan haus.

Asal usul Kolang-kaling.

Kolang-kaling adalah produk olahan hasil perebusan endosperm biji buah aren yang masih muda. Buah ini sebetulnya hanya merupakan protein albumin yang dibutuhkan benih pohon aren sebagai persediaan makanan. Buah yang tinggi kadar airnya ini, diambil dari biji buah aren yang berbentuk lonjong pipih, bergetah dan bikin gatal. Pohon aren atau enau mempunyai nama ilmiah Arenga Pinnata. Istilah Sundanya tangkal kawung atau taren. Mirip kelapa namun kelihatan kotor karena terbalut oleh ijuk. Tanaman ini tumbuh  mulai dari Indo-China ke selatan sampai Asia Tenggara Banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 250 – 1.400 meter dpl. Meskipun getahnya amat gatal, buah aren yang masak banyak disukai hewan.Musang (careuh,luwak) diketahui sebagai salah satu hewan yang menyukai buah aren ini. Secara tidak langsung berfungsi sebagai hewan pemencar biji aren. Semua bagian pohon aren dapat diambil manfaatnya. Batangnya  bisa dipakai untuk berbagai macam peralatan dan bangunan. Daunnya yang  muda,  biasa disebut janur, sering digunakan  sebagai pembungkus kertas rokok. Sedangkan  ijuknya  banyak digunakan untuk pembuatan keset atau sapu. Lidinya bisa dibuat berbagai barang anyaman atau sapu lidi. Air niranya dapat  digunakan untuk bahan pembuatan gula aren dan cuka. Pohon aren dapat berbuah  dan bergelantung di pohonnya. Bentuk buahnya bulat atau lonjong dengan ujungnya ke dalam. Jika buah aren yang belum terlalu matang dipotong akan terlihat bijinya yang kenyal berwarna bening.
Pada saat buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening. Kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong. Biji muda inilah yang dinamakan kolang kaling.Untuk menghasilkan kolang-kaling, buah aren ini harus dibakar terlebih dahulu hingga hangus atau direbus selama beberapa jam. Setelah direndam dengan air kapur beberapa hari untuk menghilangkan getahnya yang gatal dan beracun, barulah biji-biji ini bisa diolah.

Kandungan dan manfaat kolang-kaling.

Dalam 100 gram kolang-kaling terkandung 0,69 gram protein, karbohidrat 4,0 gram, kadar abu 1 gram dan serat kasar 0,95 gram. Kadar air kolang-kaling relatif sangat tinggi, yakni mencapai 94%, sehingga kolang-kaling terasa segar saat dikonsumsi.Kadar gelatin yang dimilikinya juga cukup tinggi sehingga memiliki manfaat membantu mempercepat rasa kenyang, menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun sehingga cocok dikonsumsi  sebagai makanan diet. Serat kolang kaling yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan proses pembuangan air besar teratur sehingga dapat mencegah kegemukan atau obesitas.Meskipun secara tidak sadar dimaksudkan untuk diet namun  dengan mengkonsumsi kolang-kaling secara rutin, terutama selama bulan puasa ini, sudah merupakan diet yang gampang sekaligus menyehatkan. Ingin langsing ? Ada kolang-kaling. Mau..??


Tulisan ini telah dimuat 
di Harian Galamedia Bandung
Ramadhan 1432 H
oleh Toto Suhendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *